Monday, September 04, 2006
Steve Irwin
Ga ingat kapan pertama kali liat this person. Yang saya ingat tuh pas nonton TV ada cowok kocak yang lagi ngadepin buaya dan seringkali ngucapin kata2 lucu dan "Crikey!" kalo kaget. Di sela2 acara doi ngomong berulang kali memperingatkan untuk tidak meniru aksinya karena aksinya itu berbahaya dan dia sudah mengkalkulasi bahayanya dan memperhitungkan.
Pernah juga pas lagi nonton acara apa, si Irwin ini muncul sambil bawa ular dan buaya buat dipertunjukkan. Doi pecinta reptil dan binatang2 lainnya. Doi juga memperingatkan untuk ga menyakiti si binatang. Ternyata doi pas kecilnya suka mengambil buaya2 dari luar buat dilepaskan di Reptile Park milik orang tuanya. Sejak tahun 1991, si doi mulai ambil alih Reptile Park milik ortunya dan mulai populer di TV dengan acaranya dengan binatang buas terutama pas acara memberi makan buaya karena si doi berani masuk dan dekat2 sedekat mungkin dengan buaya2 sambil menggenggam daging atau daging ayam. Si Reptile Park pun semakin populer dan banyak turis datang ke sana, konon bisa sampai ribuan orang. Turis2 luar negri pun berdatangan ke park yang terletak di Brisbane ini.

Nama park pun diganti jadi Australian Zoo. Doi pun makin populer di acara Tv-nya dan bahkan digemari oleh orang2 amrik sana. Tapi bukan selebritis kalo kritik tak berdatangan. Mulai dari kritik karena dia bawa anaknya yang baru berumur 3 bulanan ke dalam crocodile cage dan ada foto dia kasi makan ke crocodile sambil tangan satunya menggendong bayinya. Dikritik abuse anaknya lah, dikritik terlalu sombong, dsb. Untung polisi cuma memperingatkannya supaya ga mengulang lagi.


Doi punya anak perempuan berumur 8 tahun dan laki2 berusia 2 tahun. Istinya, Terri, pertama kali bertemu dengannya di park dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Sehari2 doi dan istrinya selalu bergulat dengan bahaya dengan reptil dan binatang2 lain. Mereka berdua katanya selalu berhati2. Namun siang tadi, sewaktu sedang mengajari seseorang, saya mempunyai waktu luang dan mata saya sempat tertumbuk dengan tulisan di Sky News yang mengumumkan kematian Steve Irwin. Ternyata sekitar jam 11 pagi tadi, si Steve sebenarnya direncanakan untuk membuat film dokumentari di dekat reef, namun cuaca yang mendung membuat sutradara urung membuat film. Si Steve tetap mau pergi dan berencana membikin serial mini yang melibatkan anaknya yang perempuan (doi berencana agar anaknya punya segmen acara sendiri buat anak2 supaya anak2 lain cinta hewan).

So, pergilah si Steve dan sewaktu berenang2 di perairan dangkal, doi bertemu dengan Bull Ray (klik buat liat gambarnya), salah satu jenis stingray (ikan pari). Barangkali karena si ikan pari merasa terpojok, di depannya ada juru kamera yang bawa2 kamera dan di belakangnya ada si Steve, si pari berbelok arah menuju Steve dan ga disangka2, langsung ekornya menyengat Steve, tepat di jantungnya (buat yg mau liat kira2 kaya apa lubangnya klik disini buat liat penyu yg diserang stingray) dan membuat lubang. Padahal ekor stingray itu tergolong beracun, kalo racunnya kena kaki atau tangan paling bengkak. Yang ini selain menancap tajam ke jantung juga beracun yang mana mempercepat efek kematian. Kalo menurut dokter, katanya ada kemungkinan si Steve allergic sama racunnya yang mana juga mempercepat reaksi racunnya karena meninggalnya mendadak sekali dan kelihatannya tanpa pain.

Karena doi sudah sering muncul di TV dan acara2 lain serta iklan plus one movie, doi pun dianggap Australian Icon. Banyak turis2 dari luar negri yang mengenal kocaknya doi sewaktu memandu acara memberi makan buaya di Australian Zoo yang disertai nasihat2 bagaimana memperlakukan si binatang dengan baik. Banyak yang sedih dan kaget mendengar apa yang menimpa si Steve, banyak pula orang2 dari luar negri yang membanjiri news.com.au dengan kata2 berduka dan rasa kehilangan. Kalo yang cewek2 di kantor sampai menganga mendengar kabar ini, yang cowok kelihatan nunduk2, sayapun ga kalah kaget. Saya sempat protes karena semua terasa mendadak dan mengingat dia punya anak kecil.


Barusan minggu lalu saya dikagetkan dengan kematian Inong, ibu dari Zidan dan Syifa, salah satu moderator blogfam dan teman yang suka berbagi2 resep di sini, plus membaca kematian salah satu teman dari teman blog. Membuat saya semakin menyadari luasnya dunia yang saya kenal lewat media (termasuk internet) dan betapa berita kematian dimana2 seolah2 menyentak kalo kematian itu ada dan terjadi dimana2. Betapa banyak yang seharusnya bisa mereka kerjakan dan masi mau dikerjakan. Kayanya apapun yg bisa ditinggalkan cuma hasil kerjaan mereka selama ini, legacy getu. Karena apapun yang dilakukan orang di dunia ini, semisal lo menang piala Oscar, siapa yang bakal inget lo adalah pemegang Oscar 10 taon yll? 20 taon yll? Sedikit yang tahu kan? Makin lama makin berkurang orang yang tahu.

Coba bandingkan dengan relationship alias hubungan kamu dengan orang lain. itu yang bakal membekas di hati orang2. Baik perbuatan baik maupun perbuatan yang tidak baik, cuma itu yang bakal meninggalkan legacy di hati orang2 lain.


So, let's make a good relationship each day. Biar sebel, marah atau jengkel sama orang, it's better if we leave a good mark in a relationship. If only everyone who fighting each other realise that what are they doing is a fool's game atau permainan emosi hati yang ga berguna dan berbaikan serta menjaga hati masing2, mungkin ga ada perang di dunia ini kali. Dunia membutuhkan kasih, bukan peperangan, bukan kebencian, bukan kemarahan. Just a true love, like love from God the Father above.

 
posted by Lilia at 10:32 pm | Permalink |


3 Comments:


At Monday, September 04, 2006 11:51:00 pm, Anonymous Rumah Beasiswa

This comment has been removed by a blog administrator.

 

At Tuesday, September 05, 2006 11:44:00 am, Blogger Yenny Lesly

Bagus banget postingmu, say...
setujuh Li..... gw shock banget ama kematian Inong. Mendadak gitu :(( Gw langsung parno, mikir gimana kalo gw mati nanti malam? terus gw jadi mewek2 sendiri. Hiks, mewek mulu ya? Sebenernya susah untuk selalu dipenuhi dan menyebar kasih, karena kita ini manusia biasa yang cenderung berbuat dosa. Punya rasa benci,egoisme, amarah, iri, dll.

Yang terbaik kita cuma bisa terus belajar, belajar memperbaiki diri, meredam semua energi negatif, sifat buruk yang ada di diri kita. Berdekatan terus ama JC, bisa membantu meredam semua yang negatif.

Panjang amat...hehehe...

 

At Wednesday, September 06, 2006 4:07:00 pm, Blogger cika

setuju banget Li
kadang kita emang ngga bisa menghargai apa yang kita punya. coba kalo tiba2 kita meninggal, kita siap ngga sih? atao bakalan ada berapa orang yang menangisi?
jangan2 ngga ada 1pun orang yang peduli, kecuali keluarga terdeket?
sigh....bulan ini emang penuh kejutan