Saturday, May 13, 2006
Have you been to Kota Bunga, Cipanas, Puncak? Foto I
Sewaktu berada di Jakarta, mama angkat mengajak saya ke Kota Bunga, ke salah satu villa untuk acara retreat. Membayangkan Puncak, langsung kebayang dinginnya Tawamangu. Betapa tidak, di Tawamangu tidak ada hiburan selain jalan2 dan makan plus dinginnya yang saya benci. Ya, saya memang ngga suka sama cuaca dingin (jangan tanya bagaimana saya bisa survive winter di Sydney bertahun2, nasibbbb.....).
Karena tidak pernah melihat foto2 Kota Bunga dan saya hanya mendengar bahwa pemandangannya bagus2 saya langsung berpikir apa bagusnya kota kecil yang dingin yang pemandangannya cuma sekitarnya. Akhirnya sayapun berangkat ke Puncak malam Jumat dan sesampai disana langsung mencari selimut, tapi sialnya selimut yang ada cuma selimut tipis dari kain yang bergaris2, jadilah saya memakai baju tebal dan jaket buat tidur.
Pagi harinya saya diberitahu kalau ada water heater di villa itu (villa yang di Tawamangu waktu itu engga ada water heater, cuma ada air dingin dari kran langsung dan bak-nya yang besar) dan tanpa menunggu sayapun langsung mandi panas2. Setelah mandi dan keluar dari villa ternyata di depan villa sudah ada pedagang2 yang berjualan pisang, sayur, aneka perhiasan murah, rajin benar mereka berjualan di pagi2 yang dingin.
Siangnya barulah saya pinjam mobil buat berkeliling2 sekitar Kota Bunga bersama2 ibu2 yang lain. Ini foto rumah2 di Kota Bunga:

I couldn't believe it at first, am I in Indonesia? Teman2 Indo yang belum pernah ke Kota Bunga pun ga percaya sewaktu saya beritahu kalo foto ini saya ambil di Indo. Katanya koq bisa, padahal ini foto ngga di edit sedikitpun kecuali saya tambahkan address blogspot saya diatas. Ya, sungainya bersih meskipun tidak biru2 karena langitnya lagi mendung. Villa2 di dekat sungai itu villa2 terbaru yang baru selesai dibangun. Kota bunga memiliki banyak villa yang dibangun berdasarkan theme masing2.


Ini foto kedua yang mereka ngga percaya juga. Foto ini seolah2 menunjukkan rumah dari negara lain. I couldn't blame them though, karena rumah2 di Indo selalu dipagari setinggi2 mungkin, jadi hancurlah rupa sang rumah atau bahkan tidak nampak. Lain dengan rumah2 di kota bunga, tidak ada pagar satupun karena ada security yang selalu berkeliling dan ada penjaga2 rumah diatas itu. Penduduk sekitar Cipanas mendapat pekerjaan buat menjaga rumah2 buat liburan seperti diatas itu yang kebanyakan dimiliki oleh orang2 kaya Jakarta. Ironisnya rumah2 seperti diatas itu ternyata cuma dikunjungi beberapa kali dalam setahun, karena di Jakarta banyak tempat hiburan dan rumah2 diatas cuma dipakai buat retreat sekali2.

Kalau melihat foto ini, barulah bisa melihat kenapa rumah ini di Indo, karena ada rice paddy di belakang bangunan. Bangunan yang beratap hijau hampir bulat dan beratap merah ternyata adalah gerbang hiasan buat masuk ke wisata Dunia Air. Disana kita bisa sewa perahu dan pergi berkeliling2 sekitar situ. Ada juga perahu pakai pedal. Sayangnya kita ga bisa naik perahu motor seperti yang saya lihat di George's River ataupun main ski air. Adakah yang bisa kasi tahu kalau sungai2 ini buatan atau alami?

Salah satu contoh rumah dengan tema Jepang, ada jendela bulat2 dan pintu kayu dengan kaca2, sebagai pengganti kertas?

 Posted by Picasa
 
posted by Lilia at 9:17 am | Permalink |


2 Comments:


At Tuesday, May 16, 2006 2:26:00 pm, Anonymous ir

emang kapan lili balik ke jakarta ???

 

At Wednesday, May 17, 2006 11:39:00 pm, Blogger Lilia

Pertengahan Jan sampai Feb aku barusan balik ke Indo, setelah 4 tahun ga balik2 karena kuliah tahun terakhir, ngurus PR dan kerja.