Thursday, March 02, 2006
Virgin Coconut Oil dan Air Hexagonal
Saya menulis tentang Virgin Coconut Oil (VCO) ini untuk menentang pemasaran VCO di Indo yang semakin meningkat. Kalaupun kelak dibawah artikel ini ada iklan VCO atau air heksagonal itu iklan acak dari AdSense, bukan dari saya.
Begini, coconut oil atau minyak kelapa itu mengandung asam lemak jenuh (saturated fat) yang jenisnya bisa dianggap paling jahat, yaitu lauric acid alias asam laurat (jenis saturated fat jahat lainnya adalah capric acid). Kenapa paling jahat? Karena bisa menaikkan kolesterol jauh lebih banyak dibandingkan dengan lemak jenuh lainnya. Alias, kalian2 yang memberikan VCO justru menambah resiko penyakit kolesterol HDL (kolesterol jahat) dan penyakit jantung berlipat2 ke peminum VCO. Seriuslah, dasarnya apa sampai saya menyatakan ini? Karena saya pernah kuliah Farmasi, belajar Kimia Organik dan saya ada teman ahli diet yang saat ini lagi mengambil master di Sydney.
Yang saya tulis disini adalah ilmu dasar kimia organik.
Coconut oil mengandung asam laurat dan merupakan lemak jenuh berantai medium. Minyak kelapa ini dikatakan stabil alias ga gampang teroksidasi alias ga akan menimbulkan bau tengik. Namun jenis asam lemak jenuhnya VCO-lah yang membahayakan, yakni asam laurat, yang harusnya dihindari karena memacu penyakit kolesterol tinggi. Sebenarnya tidak ada bukti penelitian efektivitas Virgin Coconut Oil alias engga ada buktinya dikalangan akademik. Kalaupun banjir iklan2 di internet dan media, itu dikarenakan iklan itu TIDAK bertanggung jawab. Mereka cuma mengatakan penelitian dari dokter ini (yang notabene ga begitu dikenal di kalangan akademik sana) kalo VCO bisa menyembuhkan ini itu, dsb. VCO BUKANLAH obat ajaib, penelitian yang bertanggung jawab adalah penelitian yang bisa dibuktikan kebenarannya di kalangan akademik dan peneliti ilmiah yang berkualitas alias didukung universitas yang dikenal bertanggung jawab.
Yang perlu diingat, kenapa di Indo beredar hal2 seperti ini? Selain VCO juga air hexagonal yang katanya merubah kelarutan, padahal alat yang pakai magnet berputar2 itu ada di laboratorium kimia kuantitatif dan dipakai sebagai pengganti sendok agar mahasiswa bisa mengukur kadar kelarutan tanpa mengaduk2 yang bisa mengurangi volume larutan yang diteliti. Jadi alat itu tidak mungkin mengubah kelarutan, bisa kacau nanti hasil praktikum di laboratorium kalo hal itu benar2 nyata.
Padahal kalau kita benar2 belajar kimia yang paling sederhana buat kelas SMU, kita pasti tahu bahwa VCO dan air heksagonal itu tidaklah benar sama sekali.
Kalau ada yang mau nanya soal VCO atau air hexagonal, silakan tinggalin comment dan email kalian, nanti aku jawab atau tanyakan ke teman yang dietician.
I was busy after came from Indonesia, so this is my first blog after I got annoyed by those marketing people asked me to buy hexagonal water and VCO. I wanted to educate them, but was speechless when I realised that they were after the sales money.
UPDATE:
Ada surat teguran keras dari FDA buat produsen coconut oil, kalo mau aslinya tinggalin saja email kalian, ini saya copy paste dari email surat yg di scan, buat dimuat di website saya terpaksa merahasiakan nama perusahaan dan nama produk lain yang membuat perusahaannya bisa dikenalin. Ini dia suratnya:
DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES Public Health Service c.

Food and Drug Administration
212 Third Avenue South
Minneapolis, MN 5540'i .
Telephone: (612) 758-7114 - --
Fax: (612) 334-4142
March 31, 2005


WARNING LETTER
Certified Mail
Return -Receipt Requested Refer to MIN 05 -11 -
xxx, Inc.
xxx Main Street
xxx

Dear Sir or Madam:
This is to advise you that the Food and Drug Administration (FDA) has reviewed your website at the Internet address http://www..... and has determined that yourproducts "Organic Virgin Coconut Oil," "xxx" xxx," "xxx," and "xxx" are promoted for conditions that cause the products to be drugs under section 201(g)(1)(B) of the Federal Food, Drug, and Cosmetic Act (the Act) [21 U.S.C. & 321(g)(1)(B)]. The therapeutic claims on your web site establish that the products are drugs because they are intended for use in the cure, mitigation, treatment, or prevention of disease.
The marketing of these products with these claims violates the Act.

Examples of some of the claims observed on your web site include:

Organic Virgin Coconut Oil
"Initial trials have confirmed that coconut oil does have an anti-viral effect and can beneficially reduce the viral load of HIV patients . . . ." (quoting Dr. xxx)
"To read more about fungal infections like Candida, and how coconut oil can help "[C]oconut oil is converted by the body into "Monolaurin" a fatty acid with anti-viral properties that might be useful in the treatment of AIDS:"
"The antiviral, antibacterial, and antifungal properties of the medium chain fatty acids/triglycerides (MCTs) found in coconut oil have been known to researchers since the 1960s."
"Much of the recent research done on coconut oil and lauric acid, the most predominant fatty acid chain found in coconut oil, has centered around the antimicrobial and anti-viral properties of this unique fatty acid. . . . When lauric acid is consumed in the diet, . . . lauric acid forms a monoglyceride called monolaurin, which has been shown to destroy several bacteria and viruses, including listeria monocytogenes and helicobacter pylori, and protozoa such as giardia lamblia. Some of the viruses that have been destroyed by monolaurin include HIV, measles, herpes simplex virus-1, vesicular stomatitis virus, influenza and cytomegalovirus."
"Virgin Coconut Oil offers great hope for those suffering from hypothyroidism (low thyroid function) today." (testimonial)
"Virgin Coconut oil is rich in lauric acid, a proven antiviral and antibacterial agent. It is currently being used in treating AIDS ."
"Virgin Coconut Oil is also great for digestive disorders such as Crohn's disease, IBS, and Colicitis"
"There is exciting research showing that the MCTs (medium chain triglycerides) in coconut oil act to kill Candida Albicans! These MCTs .. . hold a promise for Chronic Fatigue Syndrome sufferers . . .."


Furthermore, your products are not generally recognized as safe and effective for the above referenced conditions and therefore, the products are also "new drugs" under section 201(p) of the Act [21 U.S .C. & 321(p)]. New drugs may not be legally marketed in the U.S. without prior approval from FDA as described in section 505(a) of the Act [21 U.S.C. & 355(a)]. FDA approves a new drug on the basis of scientific data submitted by a drug sponsor to demonstrate that the drug is safe and effective. Your products are also misbranded within the meaning of section 502(f)(1) of the Act, in that the labeling for these drugs fails to bear adequate directions for use [21 U.S .C. & 352(f)(1)].
This letter is not intended to be an all-inclusive review of your web site and products your firm markets. It is your responsibility to ensure that all products marketed by your firm comply with the Act and its implementing regulations.
Failure to promptly correct the violations described above may result in enforcement action without further notice. The Act authorizes the seizure of violative products, and manufacturers and distributors of such products are subject to injunction and criminal prosecution.
Please advise this office, in writing and within fifteen (15) working days of the receipt of this letter, as to the specific steps you have taken to correct the violations noted above and to assure that similar violations do not occur. If corrective actions cannot be completed within fifteen working days, state the reason for the delay and the time within which the corrections will be completed. Your reply should be sent to Compliance Officer Tyra S. Wisecup at the address in the letterhead .


Sincerely,

W. Charles Becoat
District Director
Minneapolis District
 
posted by Lilia at 9:49 pm | Permalink |


13 Comments:


At Sunday, March 05, 2006 9:54:00 am, Blogger Aiko's Mom

li, thx banget yah buat link dan commentnya:) *hug*

emang orang yang gak punya hati nurani itu susah bertobat:)

met wiken lili...

 

At Tuesday, March 21, 2006 1:52:00 am, Blogger Rangga

waduuh om saya pun jualan VCO, dan saya juga sering dengar air hexagonal.. nah loh, jadi salah semua dong?

boleh minta email asli yg dari FDA itu? email saya rangga1986@gmail.com

kalo air hexagonal, pernah liat emang bentuknya macem2 mulai dari yg cuma muter2 seperti yg anda bilang.. sampe ada enam tabung yg selangnya muter2 entah gimana.. mudah2an nanti ada info terbaru

 

At Tuesday, April 04, 2006 8:54:00 am, Blogger Rangga

oh ya maaf lupa hehe..

iya terima kasih ngebantu bgt, sebenernya yg mau aku kasih tau itu om aku soalnya terakhir ketemu dia jualan VCO ini. nanti mungkin aku beritahu lewat sepupuku (anaknya) soalnya takut menyinggung.

anyway, kalo VCO ini emang di larang. kenapa belum ada media yg memeberitakan ya? mestinya (kalo bisa) kita kasi tau langsung orang media, biar mereka yg nyebarkan berita ini.

salam. oya blognya ku link sekalian ya

 

At Wednesday, April 05, 2006 12:11:00 pm, Blogger dahlia

Lilia, gw tiap pagi demen banget minum air hexagonal....wah elo mesti crita neh. ama gw.

trus klo boleh tau kalo gw suka minum kayak minuman pocari sweet itu, bagus ngak???

HUWAAAAAA help me, Li...
japri email gw
dahliana@ssi.global.sharp.co.jp


tulungin yah, Li.
Gw lagi diet neh, waaah panjang critanya, tulung yah.

tengs sblomnya, muach cium jauh dari jakarta.

 

At Wednesday, July 12, 2006 10:32:00 pm, Anonymous Anonymous

Halo, salam kenal. Tulisan anda ada di sisi lain dari tulisan di milis dokter sbb :
http://www.mail-archive.com/dokter@itb.ac.id/msg12955.html
Bis kasih komen secara mendalam buat tambahan wawasan kita..??

Thanks.

 

At Friday, July 21, 2006 8:19:00 pm, Anonymous Anonymous

salam kenal saya Budhi,

selama ini saya sering baca majalah trubus dimana disitu dijelaskan banyak manfaat dari VCO, yang agak penasaran saja kok banyak testimoni dari orang yang minum vco sembuh.... dan kalau seandainya ada efek sampingnya kok ngak disebutkan yah.

untuk air hexagonal trus terang saya ngak percaya..... karena air minum biasa juga sudah menyehatkan ngak usah di putar dulu.... ntar yang minum malah pusing 1000 keliling.

btw thanks banget informasinya setidak kita bisa lebih hati2.

thanks,

 

At Wednesday, February 07, 2007 6:45:00 pm, Blogger Dewi

pls send the original letter copy to me at dew_shinoda@yahoo.com

thanks alot.

 

At Tuesday, February 05, 2008 8:25:00 am, Anonymous Anonymous

Do you have this post in english? I would like to hear more about virgin coconut oil. Thanks.

 

At Sunday, April 20, 2008 10:11:00 pm, Anonymous Anonymous

Lilia..

saya sdri ga pernah pake VCO sih, tp dari saya baca komentar yg dah pada pake VCO membuktikan bahwa ada perkembangan bagus disitu..

Mungkin kamu bilang dari segi "ilmiah" .. VCO itu LEBIH BERBAHAYA
berarti TIDAK TERBUKTI.

Sebenarnya yang ga bertanggung jawab tuh kamu apa penjual VCO?

Coba sebelum kamu tulis posting kayak gini alangkah baiknya kamu sebagai orang laborat, mendatangi dan melakukan survey ke orang-orang yang sudah memakai VCO.
Lihat hasilnya..
Dengan begitu Mungkin pernyataanmu itu menjadi lebih akurat BENAR ATAU TIDAKNYA..

Trima-kasih

 

At Thursday, May 01, 2008 11:49:00 pm, Blogger Lilia

I will be frank yah. Kalo kamu benar2 belajar kimia organik, chemistry n biologi sel waktu kamu di SMA, dengan mudahnya kamu tahu apa yg dipromosikan VCO itu salah. Boleh jadi orang2 sembuh karena efek "placebo" yg sudah kadang terjadi dalam penelitian. Efek ini dengan minum air gula misalnya yg gga mengandung apa2 tapi yg minum punya keyakinan kuat bisa sembuh, pun bisa menyebabkan beberapa orang merasa dapat penyembuhan, padahal actually it's sometime getting worse for several people. That's why drug companies still need to test their products and compared it with placebo many times.

Try to have a look at placebo effect and what's that mean.

Bukti bahwa virgin coconut oil berbahaya? Sama dengan menanyakan ke orang2 yg pakai pengobatan kaki direndam alat yg isinya ada obatnya trus detox dan merasa lebih segar sembuh, dll. Alat detox kaki itu akhirnya dilarang di indo, kan? Kalo kamu ada belajar fisika, kamu tahu perubahan warna itu disebabkan oleh apa. Gag usah jauh2 priyadi.net yg notabene orang indo aja sudah menerangkan jelas2.

Engga usah jauh2, tanya lah ke dokter yg benar2 berpendidikan, ahli jantung misalnya yg gag jualan VCO. Mereka pasti menyarankan untuk tidak minum minyak jenuh tinggi.
Tanyain ke ahli nutrisi, jawaban sama pun pasti kamu dapatkan, Isinya minyak jenuh saja.

Mau korban2 obat palsu? Ada banyak. Salah satu famili saya pernah kemakan berita obat yg bisa sembuhkan kanker di Intisari. Akibatnya? Kankernya membesar dan dia nyaris kena kanker stadium 4. Untung berkat operasi dan kemoterapi terus menerus, dia sembuh.

Alasan aku menulis ini karena aku mendapatkan pendidikan kimia organik dan sel selular biologi semasa aku sekolah, meskipun akhirnya karir aku berbelok 'cos I didn't have any chance, time and money to continue my education. However, I will never ever lie about science knowledge.

If you been to Ubaya, just ask for Mr. Ami Suwandi, dosen Unair juga, ask him about Virgin Coconut Oil. He is a brilliant organic chemistry lecturer and will be frank about anything.

Kenapa VCO gag populer sama sekali di Aussie? Kenapa mesin detox kaki gag populer di Aussie? Karena segala penipuan seperti itu langsung ketahuan dan yg jual bisa langsung di sue million dollar plus hukuman penjara bertaon2.

Think about it. Gag semua website out there bisa dipercaya. Kenapa gag ada laporan soal "keajaiban" VCO di Nature Journal yg notabene majalah para scientist yg jadi pegangan students, research scientist dan professors di universities di australia dan amerika?

Thnk hard and really think deep about it. Journal yg promosiin VCO out there di website2 sana justru gag dikenal di kalangan scientist barat sini dan gag diakui sebagai journal buat students dan professors di universities terkemuka sana.

Sadly, di Indonesia, penipuan terus berlanjut tanpa ada perkembangan di dunia hukumnya.

 

At Tuesday, May 20, 2008 4:43:00 am, Anonymous Anonymous

Ini saya copy paste dari Suara Merdeka. senin 20 maret 2006. hanya sbg info tambahan ;

VCO Terpuruk karena Bisnis Amerika

LEMAK dibagi dalam 2 golongan, yaitu asam lemak jenuh atau saturated fatty acids, dan asam lemak tidak jenuh atau unsaturated fatty acids. Sedangkan minyak (lemak) yang terkandung dalam buah kelapa masuk dalam golongan lemak jenuh.

Minyak kelapa yang termasuk dalam kategori asam lemak jenuh, sangat stabil dan tahan oksidasi, sehingga sulit menjadi tengik kalau pembuatannya memenuhi persyaratan modern.

Minyak kelapa yang diproduksi secara modern tanpa dipanaskan, disebut minyak kelapa perawan yang dikenal sebagai Virgin Coconut Oil (VCO).

Karena sudah jenuh dan sulit untuk menjadi tengik, VCO tidak perlu di-hidrogenisasi atau dipadatkan menjadi mentega. Kalau dipadatkan, semua minyak di dunia ini akan berubah menjadi golongan minyak yang mengandung trans fatty acids, menyebabkan pengerasan pembuluh darah.

Fungsi buah dan minyak kelapa yang sangat menakjubkan tersebut berusaha ditutupi. Data yang ada tentang minyak kelapa ditutupi melalui kampanye oleh aktivitas konsumen Amerika tergabung dalam Center for Science in the Public Interest (CPSI).

Kelompok ini, merupakan bentukan dari komunitas petani dan pengusaha minyak kedelai Amerika (American Soybean Association/ASA).

Dalam perdagangan minyak dunia, Amerika merupakan produsen terbesar dari minyak kedelai dan minyak jagung. Mereka, tidak mempunyai buah kelapa, sehingga dalam politik dagangnya berusaha menjegal peredaran minyak kelapa.

Kampanye antiminyak kelapa (minyak tropis) dimulai sejak tahun 1930, dan diulang kembali pada tahun 1980 sampai 1990. Dari kampanye tersebut, kelompok produsen minyak lokal (minyak kedelai dan jagung) di Amerika berhasil menggiring opini dan mengubah kebiasaan pemakaian minyak kelapa.

Campur tangan industri minyak kedelai di Amerika sangat kuat, mampu memengaruhi berbagai penelitian di seluruh dunia. Akibatnya, industri minyak kelapa jadi terpuruk, dan industri minyak kedelai Amerika naik tajam.

Promosi antiminyak kelapa pernah terganjal oleh beberapa peneliti Amerika sendiri, ketika peneliti dari Minnesota mengumumkan bahwa pengguna minyak sayur yang dipadatkan dapat terjangkit penyakit jantung.

Publikasi besar-besaran pertama yang mengampanyekan antiminyak jenuh diperkuat dengan mengikutsertakan produsen minyak jagung, yaitu Corn Product Company (CPC International), dalam buku yang ditulis Jeremiah Stamler, tahun 1963, dan diedit ulang tahun 1966, untuk menghilangkan pemakaian minyak kelapa di seluruh dunia.

Menyembunyikan

Awal tahun 1965, wakil dari Procter dan Gamble melaporkan kepada American Heart Association atau persatuan ahli jantung Amerika, untuk mengubah petunjuk diet mereka. Dikatakan sebaiknya mereka menyembunyikan semua kepustakaan mengenai trans fatty acid yang disadari merupakan penyebab penyakit jantung.

Pada tahun 1970, kembali Procter dan Gamble yang menjadi konsultan gizi masyarakat, mulai mengontrol penelitian dalam Institut Pendidikan Jantung-Paru dan Lemak Darah Nasional (National Heart Lung and Blood Instituteís Lipid Research Clinic/LRC).

Pada pertemuan nasional program pendidikannya tahun 1984, kembali menggiring peserta untuk membuat anjuran penggunaan margarine (yang notabene merupakan trans fatty acid ) dan penggunaan minyak yang terhidrogenasi sebagian yang nyata-nyata merupakan lemak berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah.

Walaupun demikian, mereka menyarankan juga bahwa margarin tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Tetapi ada satu pernyataan yang dibuat sebagai head line dalam media yang sangat tendensius. Pernyataan terbuka yang mengawali ''perang dengan negara tropis penghasil kelapa'' adalah kata-kata: ''penggunaan minyak kelapa dan minyak sawit sebaiknya dihindari''

Kata-kata itu sampai sekarang masih tetap ada pada sebagian besar pikiran masyarakat Indonesia, bahkan pada para ilmuwan dan dokter. Mulai tahun 1970 penelitian yang menyuarakan tetang bahaya margarin mulai menguat. Oleh karena itu Food and Drug Administration (FDA) bereaksi menolak isu tersebut dengan berbagai cara, antara lain (1) mempromosikan penggunaan minyak yang terhidrogenasi sebagian, (2) tetap melarang minyak kelapa sebagai sumber lemak jenuh, dan (3) menyembunyikan isu mengenai margarin.

Tahun 1971 Konsul Jendral FDA diganti oleh sorang ahli hukum yang mewakili industri minyak dalam negeri mereka. Mereka mulai menyeponsori pendidikan masyarakat dengan berbagai informasi dan mengatakan adanya mis-informasi mengenai kebaikan minyak kelapa dan sawit yang tidak tumbuh di Amerika.

Pada tahun 1972 dan seterusnya konsumen Amerika yang sangat vokal mulai ikut mengampanyekan antimiyak kelapa. Bahkan dalam tahun berikutnya, semua industri minyak yang tergabung dalam ASA, aktivis konsumen dalam Center for Science in the Public Interest (CSPI) serta American Heart Savers Association (AHSA) kembali menjadi sponsor anti minyak kelapa.

Mereka membuat aturan agar label pada produk minyak kelapa dan minyak sawit ditambahi kata-kata (mirip dengan bungkus rokok di Indonesia yang memperingatkan penggunanya) dengan kalimat " kaya akan lemak yang menyebabkan sumbatan pembuluh darah".

Tahun 1982 CPSI bersama ASA membuat kampanye bersama petani kedelai dan membuat iklan dengan tema (Tropical) Fat fighter Kit. Untuk memperkuat tekanan pada restoran dan penyaji makanan lain, ASA bahkan menyewa ahli gizi dari Washington DC untuk melakukan survei di supermarket. Kemudian membeberkan dan mempublikasikan secara luas nama-nama restoran yang menggunakan minyak kelapa. Tujuannya untuk mendiskreditkan restoran yang menggunakan minyak kelapa agar tidak didatangi pelanggan.

Pada tahun 1988 CSPI mempublikasi buku yang berjudul Saturated Fat Attack. Bagian ke -3 dalam buku yang berjudul Those Troublesome Tropical Oils menyarankan kalimat peringatan dalam label produksi yang jelas-jelas mendiskreditkan minyak kelapa. Buku ini sangat tendensius dan banyak mengandung kesalahan data pada karakteristik biokimiawi minyak yang disajikan.

Bisa ditebak, rekayasa ini menghasilkan penerimaan minyak kedelai dengan tekanan untuk mengganti minak jenuh (terutama kelapa) dengan jumlah sebanyak-banyaknya dengan polyunsaturated fat yang ada pada minyak kedelai. Semua penelitian yang dilakukan Amerika bohong.

Penelitian yang mereka lakukan pada minyak kelapa, ternyata didasarkan pada minyak jenuh yang dipadatkan atau terhidrogenasi dan berubah menjadi trans fat yang memang jelas-jelas berbahaya. Sekarang semuanya menjadi jelas, bahwa VCO sendiri sebenarnya tidak mengandung hydrogenated fat maupun trans fat.

Penelitian terbaru di seluruh dunia menunjukkan bahwa VCO sangat bergguna bagi kesehatan tubuh manusia. Laporan awal yang menunjukan akibat buruk karena mengikuti anjuran Amerika datang dari penelitian penduduk di Pulau Nauru, di Pasifik Selatan. Penduduk yang mengonsumsi pisang, bengkoang (yams) dan santan serta minyak kelapa, ternyata dapat hidup sehat, dan bebas dari penyakit diabetes melitus (DM) atau kencing manis.

Di Srilangka, penelitian yang dilakukan Mendis dan kawan-kawan tahun 1989, menunjukkan adanya perubahan jelek pada kadar lemak darah setelah mengubah konsumsi minyak kelapa menjadi minyak jagung seperti yang dianjurkan Amerika. Dengan minyak jagung, HDL ternyata turun drastis, sehingga rasio kolesterol menjadi meningkat.

Selanjutnya, pada tahun 1990, dilaporkan bahwa minyak kelapa meningkatkan HDL, sedangkan minyak kedelai yang dianjurkan Amerika justru menurunkan HDL.

Penelitian di India (1995) yang dipresentasikan pada simposium Coconut and Coconut Oil in Human Nutrition menunjukkan bahwa pemakaian minyak kelapa tidak mengganggu kesehatan. Untuk itu, para dokter di India sekarang menyarankan pada masyarakatnya untuk kembali memakai minyak kelapa atau VCO. (Prof Dr Dokter Susilo Wibowo MS Med SpAnd-11)

 

At Tuesday, May 20, 2008 10:15:00 pm, Blogger Lilia

Hi Anonymous,

Mudahnya, datangi saja dosen Kimia Organik yg benar2 pintar. That's why I recommended Ami Suwandi dari Ubaya yg pernah mengajarkan saya di Ubaya. Dia juga konsultan perusahaan2 pangan besar di Surabaya dan Jakarta. Mintalah dia ajarin basic-nya saja soal trans fat dan tanyain soal virgin coconut oil itu.

Kalo mau benar-benar belajar, saya ada website ini yg bagus http://www.scientificpsychic.com/fitness/fattyacids.html

Baca aja dari awal sampai akhir. Saya copy paste saja conclusion yg terakhir, semua tahu kalo coconut oil itu polyunsaturated fat dan mengandung trans fat tinggi:

Fully saturated fats are too waxy and solid to use as food additives, so manufacturers use partially hydrogenated oils. These oils are also produced at high temperatures with metal catalysts and pressurized hydrogen, but the process is stopped when the oil has the proper consistency for its application. The high temperatures and catalysts used for this chemical reaction weaken the double bonds and, as a side effect, cause a large percentage of the natural Cis double bonds to change to Trans double bonds. Trans fatty acids are present mainly in partially hydrogenated fats, but they are also present in hydrogenated fats because chemical reactions never achieve 100% efficiency.

Trans Fats in Foods

Metabolism of natural 20-carbon polyunsaturated fatty acids like arachidonic acid results in the biosynthesis of mediators with potent physiological effects such as prostaglandins, prostacyclins, thromboxanes, leukotrienes, and lipoxins. These substances are known collectively as eicosanoids because they contain 20 carbon atoms (Greek eikosi = 20). However, polyunsaturated trans fatty acids cannot be used to produce useful mediators because the molecules have unnatural shapes that are not recognized by enzymes such as cyclooxygenase and lipoxygenase.[21,22] Although low levels of trans-vaccenic acid occur naturally in some animal food products, partially hydrogenated oils contain a large proportion of diverse trans fatty acids. Trans fatty acids that are incorporated into the cell membranes create denser membranes that alter the normal functions of the cell.[20]

Effect of trans fats on the heart. Dietary trans fats raise the level of low-density lipoproteins (LDL or "bad cholesterol") increasing the risk of coronary heart disease. Trans fats also reduce high-density lipoproteins (HDL or "good cholesterol"), and raise levels of triglycerides in the blood. Both of these conditions are associated with insulin resistance which is linked to diabetes, hypertension, and cardiovascular disease. Researchers have reported that people who ate partially hydrogenated oils, which are high in Trans fats, worsened their blood lipid profiles and had nearly twice the risk of heart attacks compared with those who did not consume hydrogenated oils.[1,2,3,4] Because of the overwhelming scientific evidence linking Trans fats to cardiovascular diseases, the Food and Drug Administration will require all food labels to disclose the amount of Trans fat per serving, starting in 2006.

Effect of trans fats on the brain. Trans fats also have a detrimental effect on the brain and nervous system. Neural tissue consists mainly of lipids and fats. Myelin, the protective sheath that covers communicating neurons, is composed of 30% protein and 70% fat. Oleic acid and DHA are two of the principal fatty acids in myelin. Studies show that trans fatty acids in the diet get incorporated into brain cell membranes, including the myelin sheath that insulates neurons.[10] These synthetic fats replace the natural DHA in the membrane, which affects the electrical activity of the neuron. Trans fatty acid molecules alter the ability of neurons to communicate and may cause neural degeneration and diminished mental performance. Neurodegenerative disorders such as multiple sclerosis (MS), Parkinson's Disease, and Alzheimer's Disease appear to exhibit membrane loss of fatty acids.[12,19] Unfortunately, our ingestion of trans fatty acids starts in infancy. A Canadian study showed that an average of 7.2% of the total fatty acids of human breast milk consisted of trans fatty acids which originated from the consumption of partially hydrogenated vegetable oils by the mothers.[11]

Virgin coconut oil benar2 murni? I doubted it. Fully saturated fat dijelaskan diatas aslinya bakal jadi seperti lilin.
Pernah lihat pembuatan minyak virgin coconut oil? Bagaimana minyak kelapa dibuat?

Saya harap kamu mngerti juga, diatas situ dijelaskan meskipun otak mengandung 70% fat, synthetic fat dari trans fat (contohn trans fat kan virgin coconut oil) bisa mengambil alih atau menggantikan natural DHA dalam otak
yg merupakan rantai lemak penting di otak. Akibatnya? Neural degeneration atau menurunnya fungsi otak. Itu di otak. Di pembuluh darah? Asam laurat dan palmitat di coconut oil yg sangat tinggi sangat efektif MENINGKATKAN kolesterol LDL alias kolesterol jahat yg resikonya adalah sakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah.

Basically, it's back to just a simple understanding of organic chemistry. Sekerang, apakah dokter yg menulis artikel tadi di Indonesia punya pengetahuan basic tentang Kimia Organik? Sadly, some of these doctors really did not study hard enough.

More on organic chemistry? Coba mampir ke perpustakaan universitas, grab a book of Organic Chemistry and try to study it.

I just asked my friend who was studying nutrition and dietetic in Sydney University for a master degree, to look for a book or article source in Indonesia for you. In case you really want to study it.

 

At Tuesday, May 20, 2008 10:20:00 pm, Blogger Lilia

Another artikel dari website DEPKES RI:

http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=1449

Orang Minang Beresiko Tinggi Mengidap Penyakit Jantung Print E-mail
14 Dec 2005

PADANG--MIOL : Warga Sumatera Barat memiliki resiko tinggi terhadap serangan penyakit jantung akibat kebiasaan mengonsumsi daging dan minyak kelapa sebagai menu makanan sehari-hari.

"Tradisi mengonsumsi daging terutama untuk membuat rendang dan aneka jenis gulai yang menggunakan santan kelapa memungkinkan orang Minang beresiko tinggi terhadap penyakit jantung," kata Pejabat Direktur Rumah Sakit Pusat Rehab dan Referensi Penyakit Jantung Sumbar, dr. Gawitri Chaernaliza, di Padang, Sabtu.

Menurut dia, rendahnya kesadaran warga Minang menjadikan aneka jenis sayur-sayuran hijau serta kacang-kacangan sebagai menu sehat keluarga termasuk indikator yang mempertinggi resiko mengidap penyakit jantung.

"Faktor umur dan keturunan merupakan indikator yang tidak terelakkan bagi manusia menderita penyakit jantung, sehingga laki-laki berumur 45 tahun dan perempuan 55 tahun memiliki resiko tertinggi untuk terkena serangan," ujarnya.

Disebutkan juga faktor lain seperti merokok, darah tinggi, stres dan kurang berolahraga termasuk indikator dominan sebagai penyebab penyakit jantung meski dapat diupayakan langkah pencegahan dini.

Ia menambahkan, penyakit jantung dewasa ini bukan penyakit kalangan elit. Artinya, selain mengancam orang dari golongan ekonomi menengah ke atas juga golongan ekonomi lemah termasuk petani, buruh ataupun nelayan.

"Penyakit jantung saat ini menempati posisi ketiga sebagai penyakit yang mematikan di seluruh dunia. Selain akibat budaya mengonsumsi makanan yang tidak sehat, faktor kesulitan ekonomi dan tingginya beban hidup juga ikut menyebabkan tingginya resiko orang mendapat serangan jantung," jelas Gawitri.

Pihak Yayasan Jantung Indonesia sendiri sudah melakukan berbagai upaya pencegahan termasuk menyosialiasikan gerakan hidup sehat ke berbagai daerah kabupaten dan kota di Sumbar, agar masyarakat mengurangi gaya hidup yang beresiko terhadap serangan jantung.

"Pasien penderita penyakit jantung saat ini tidak hanya berasal dari Padang namun juga banyak dari daerah seperti Pesisir Selatan, Pasaman, Bukittinggi dan daerah lainnya. Diantara mereka ada yang berprofesi sebagai petani, nelayan dan buruh," katanya. (Ant/OL-1)
[Indeks]