Monday, September 03, 2007
If It's okay, then it's okay.
An unlucky Monday again! Hari Senin kemarin, aku ke rumah Ratna. Rencananya mau ngajarin dia komputer pakai Microsoft Word trus malamnya mau dinner di Tony's Roma buat rayain ultah anaknya yang cewek, si Stephanie. Nah, sewaktu keluar dari rumahnya si Ratna, kan aku orang yang terakhir keluar, aku tanyain Stephanie kalo sudah dikunci belum jawabnya belum. So, otomatis aku pencet tombol kunci dari dalam trus tutup pintu karena aku pikir pintu kan harus selalu dikunci kalau keluar. Apartment si Ratna ada dua kunci, yang satu itu yang deadlock di bagian atas dan yang satu itu yang bagian bawahnya. Nah, kemarin itu aku kunci yang bagian bawahnya.

Fast forward, kita semua makan di Tony's Roma tapi mejanya pisah-pisah karena kita mau pakai coupon buy one get one free yang syaratnya cuman berlaku di one table. Abis kenyang dan nyobain mocktail-nya yang bernama Tony's Delight, kita semua pulang rumah masing-masing karena Ci Yani dan Ko Chris sudah capek dan ga mau kemalaman jadi mereka ga ikutan potong kue. Jadi aku ikutan Ratna ke apartment buat potong2 kue dan selamatin Stephanie. Namun, sesampai di apartment, it turned out kalo apartment terkunci karena ternyata ga ada yang bawa kunci bagian bawahnya dan bagian bawah itu ternyata ga pernah dikunci sama mereka karena susah dibuka, jadi lama-kelamaan mereka ga pernah bawa kunci bagian bawahnya.
Oh my... I locked my friend's family out from her apartment!

Setelah berusaha membuka dan gagal, pakai kunci pinjaman yang agak mirip juga gagal. Kita telpon Ci Yani dan segera ke tempat Ci Yani yang ga jauh dari situ karena anaknya sudah kebelet mau pakai toilet. Ternyata Ci Yani sudah di rumah dan selesai mandi semuanya, lucky karena dia tadinya kira bakalan lama sampai rumah karena dia pulang naik train dan station kecil di dekat rumah dia kan train-nya ga sesering station besar. Jadilah kita telpon locksmith dari situ, untung ketemu yang murah dan reasonable karena dia bisa datang dalam 10 minutes dan approved by Locksmith organisasi sini yang diawasin pemerintah. Masalah beres, anak2nya Ratna yang balik ke rumah sementara kita menungguin mereka membuka apartment bersama tukang kunci di tempat Ci Yani.

Ternyata locksmith-nya itu bisa membuka pintu dengan cepat pakai alat khusus mirip bor yang bisa melebar setelah didalam lubang kunci dan bisa memutar buat ngebuka kunci. Jadinya ga perlu merusak pintu dan kuncinya. Malah karena sempat disemprot bagian dalamnya dengan oil khusus, kunci bagian bawah sekarang bisa dikunci dan dibuka dengan mudah sekali. Bagian atasnya yang deadlock ga masalah ada kuncinya di anaknya Ratna.
Jadilah kita terus potong2 kue dan foto2 di rumah Ci Yani dan Ci Yani sempat berkomentar kalo hikmah dari semua ini adalah dia dan ko Chris harus ikutan makan kue dan potong2, hihihi...
Sampai malam jam 11:30 barulah kita semua pulang, aku diantar Ratna pulang sampai rumah.

Yang ada, aku merasa ga enakan dengan peristiwa ini, manalagi pas ultahnya Stephanie. Mereka sekeluarga cuman tertawa dan memaafkan, malah ga mau aku bayar ongkos locksmith.
Whew, pas aku merasa ga enakan, aku chat sama teman dari Singapore, nicknya Kint. Dia ada bilang, kalo mereka ga kenapa-napa why should I feel guilty? Kalo terkunci yang terkunci itu si Kint gara-gara aku dan aku merasa happy (soalnya si Kint neh ada bakat bikin suasana jadi enak dan lempar2 lelucon), artinya I'm doing thing for myself. Kalo aku bayar locksmith dan Ratna merasa guilty karena ga bawa kunci bawah dan ga kasi tao aku jangan lock bagian bawah kan berarti aku yang enakan karena aku dah beres tapi malah meninggalkan perasaan ga enakan di temanku. So, if the other side already said it's okay then I should feel okay too. End of a problem.

Here is the chat history (bagian bold words itu yang aku tambahin karena merasa perlu diingat):


Kint : hmmm... ga enak ya..
Kint : maybe you should practise from this case first
Lilia : ...
Kint : i mean
Kint : kalo sama org aja lo bisa berasa ga enak
Kint : padahal dia dah omong gpp
Kint : manusia cenderung utk ga enak
Kint : pasti itu
Kint : krn kita operate by law
Kint : kalo org baek, kita baek
Kint : org jahat, kita ga merasa hrs baek
Kint : lol
Kint : then if God say its ok, it means OK
Kint : lol
Kint : so.. lo musti belajar buat menentramkan buat masalah kecil dulu
Kint : gue omong apa ya
Kint : @@
Lilia : ha? gue ga ngerti lo omong apa *lol*
Kint : gue jg ga ngerti
Kint : tp td sekelebat gw jd kepikiran
Kint : kadang kita smoa begitu juga even di dpn God
Kint : pas denger cerita lo
Kint : kita ngerasa bahwa kita kurang baik
Kint : btw, lo mo konciin kamar gw ga ?
Lilia : oh
Lilia : mao banget malah
Kint : gw tinggalin dulu koncinya di dlm
Lilia : trus gue lempar jaoh2 konci lo
Kint : tuh kan, beda manusia, beda perangai
Kint : dasar manusia
Lilia : lol
Kint : zzz
Lilia : abis lo nawarin
Kint : jadi masalahnya di elo
Kint : bukan di manusia yg kena
Kint : sebenernya, apa yg lo lakukan, bukan lo lakukan buat org itu
Kint : tapi buat lo ndiri
Kint : LoL

So, Friends, if it's okay then it's okay. No problem. No worries (as Australian usually say).
 
posted by Lilia at 11:40 pm | Permalink |


2 Comments:


At Tuesday, September 04, 2007 11:05:00 pm, Blogger Linx

hohooho... kalo aku yg kekunci wis nangis sejadi2nya wes li :(

 

At Thursday, September 06, 2007 11:37:00 am, Blogger Yuliana

haloo li, lama tak berkunjung. pa kabar? kalo aku kekunci sihhh senang2 aja....quiet time..tidur loh hahahha

yuliana

http://sinarta.com