Friday, April 14, 2006
Sydney's Fish Market
Foto2 tahun lalu pas ke Sydney's fish market dengan digital camera baru waktu itu. I was ectastic to took lot of pictures. I took everything because of this fish market is so different with Indonesian fish market. They have a lot of seafood range, from salmon(paling kiri atas), lobster yang sudah dimasak (paling atas tengah) dan Damian(??) Bug(paling atas kanan). Tentu saja ada kepiting mud crab(paling kiri di tengah), kepala salmon(paling kanan tengah) yang enak buat sup dengan asam jawa (tamarind paste) ala thailand. Paling bawah kiri adalah oyster segar yang ga dimasak sama sekali, makannya dengan lemon juice atau saus seafood, rasanya kaya menelan lendir, yuck...
Paling bawah kanan adalah seafood yang sudah dimasak. Favoritku adalah lobster mornay(yang warna merah ditengah2 dan samping ikan goreng itu), yaitu lobster yang sudah dimasakdibelah dua, dikasi mash potato diatasnya lalu ditaburi keju dan dipanggang..hmm..
Picasa sekali lagi membantu aku membuat ini photo montage, it was so easy and you can make it instantly.


 Posted by Picasa
 
posted by Lilia at 7:37 am | Permalink | 4 comments
Wednesday, April 05, 2006
Ubi Cilembu
Tahu ubi cilembu? Atau mungkin ubi madu? Ini dia:

Ini foto ubi cilembu yang terkenal dengan isinya yang berwarna kuning madu, disebut juga ubi madu. Asalnya dari daerah Puncak, katanya dari Desa Cilembu. Ubi ini sudah lama ada tapi baru populer ke kota2 lain seperti Solo taon lalu. Ciri2nya adalah ubinya ada semacam getah2 karena cairan manisnya keluar, kalo yang palsu pasti engga bergetah2 kecuali kalo dilumuri gula kental kali ya. Harganya cukup mahal dibanding ubi2 yang lain. Kalo saya makan isinya, biasanya yang dekat2 kulitnya atau bagian tepinya engga saya makan karena ada rasa pahitnya. Di sepanjang jalan puncak-jakarta banyak yang jualan ubi ini yang dibakar pakai arang, hmm..

 
posted by Lilia at 8:14 pm | Permalink | 4 comments
Tuesday, April 04, 2006
Tour Around Sydney in 2005

Iya, ini foto2 yang tadinya mo dipasang di blog tapi malas, jadinya kesimpen di komputer dengan suksesnya lebih dari 1 tahun. Gara2 Picasa, jadi mulai rajin gubek2 foto dan langkah selanjutnya adalah delete foto2 yang dah diposting lalu transfer foto2 baru dari kamera ke komputer. Enjoys those pics:

Sydney Disco Ball 2005 yang dikeluarkan on the New Year Eve 2005. Terdiri dari kincir2 angin yang keperakan. I got this pics in the Sydney Ferry when it was passing under the Sydney Harbour Bridge on the way back from Luna Park to Circular Quay. Kincir anginnya berputar2 terus-menerus karena angin disana lumayan kencang. Mengingatkan pada prakarya membuat tongkat yang dihiasi kincir angin yang terus dibawa lari sampai capek biar kincirnya ga berhenti berputar2.

Ini cologne 4711, who doesn't recognise what is this cologne brand? Dipakai ibu2 dan nenek2 di indo jaman kita2 masi kecil, sebelon parfum2 yang mahal kemudian lebih populer. Ternyata ini cologne buatan Jerman dan nomer 4711 adalah nomer rumah si pembuat. Dulu cologne ini dianggap 'air ajaib', sering dipakai buat didoain secara Katolik lalu dilumuri di jidat atau di badan orang sakit supaya cepat sembuh. Baunya jadi akrab pas saya lewati counter penjualan cologne ini di Grace Bros Department Store (sebelum diambil alih oleh Myer). Info cologne ini ternyata ada di Wikipedia juga. What was your experience with this cologne?

Kalo ini adalah Pho Bo alias Beef Noodle Soup ala Vietnam. Pertama kali saya kenal ini soup rasanya amit2 karena daun basil yang harum ada di soupnya dan bumbu2nya terasa aneh di lidah, sekarang saya menyukainya. Daging sapinya diiris tipis dan masi mentah sewaktu sop panasnya diguyurkan diatas mangkoknya, jadi pas dihidangkan ada warna merah2nya sedikit. Kalo ga suka mentah bisa minta yang 'well done'. Ukuran mangkuknya memang besar di mata orang Indo, mienya juga banyak sekali. Jadi kalau pertama makan ya ukurannya menakjubkan. Saya biasanya minta mienya dikurangi sedikit atau share semangkuk sama teman. Dagingnya dikurangin? Jangan donggg...

Posted by Picasa Bus private di Sydney, busnya terbilang bersih dan kacanya bersih karena sopirnya selalu menjaga kebersihan busnya. Penumpangnya kebanyakan elderly people yang dapat special discount walaupun jarak tempuhnya jauh atau dekat, karena bus ini menjangkau perumahan2 di suburbs yang tidak dijangkau oleh Sydney Buses milik government.

Sign di dalam bus, ada 6 kursi di bagian depan yang bisa memuat 12 orang buat orang2 tua, hamil atau yang memakai tongkat. Yang memakai kursi roda pun bisa naik bus kalo mereka bisa turun sebentar buat naikin kursi rodanya. Sopirnya kadang membantu menaikkan kursi roda atau barang2 milik elderly people. Orang2 disini biasanya langsung sadar diri kalo ada yang butuh tempat duduk lebih dari mereka, dan otomatis menyingkir dan pindah tempat lain ataupun berdiri buat orang yang lebih membutuhkan karena mereka sedari kecil dididiknya demikian. Will you do the same thing in Indo? I will, because it train us not to be selfish, to care more about other people in need. If I can do it in Australia, why I cannot do the same thing in Indo?

 
posted by Lilia at 6:56 am | Permalink | 3 comments